FPI selama ini selalu diberitakan sebagai Ormas yang KERAS oleh semua media televisi, sekarang mari kita lihat wajah FPI jauh lebih dekat, WAJAH FPI YG SEBENARNYA. Benarkah apa yang selalu ini diopinikan dan disebarkan oleh para media massa kita baik televisi, internet, maupun koran dan majalah??? Mari kita lihat

السلام عليكم.لا إله إلاَّ الله.محمد رسو ل الله
الحمد لله رب العا لمين. الصلاة و السلام على رسو ل الله.اما بعد

Dakwah FPI terbagi dalam 2 golongan:
1. Daerah Amar Ma’ruf
2. Daerah Nahi Munkar

Daerah Amar Ma’ruf / Daerah tanpa maksiat disekitarnya: FPI menurunkan ustadz untuk membimbing umat seperti biasanya

Daerah Nahi Munkar / Daerah yg terdapat maksiat disekitarnya: FPI membagi lagi jadi 2 golongan, yaitu:

a. Rakyat sekitar yg mayoritas setuju maksiat
b. Rakyat sekitar yg mayoritas tidak setuju maksiat

Untuk daerah kategori a, FPI mengirim ustadz untuk membimbing secara perlahan, sambil mencari alternatif matapencaharian lainnya

Untuk daerah kategori b, FPI mengajari bagaimana MASYARAKAT menulis surat pengaduan kepada lurah, camat, bupati, DPRD, POLRES hingga gubernur / pangdam setempat secara bertahap bahwa Masyarakat menolak tempat maksyiat yang ada di lingkungan sekitar mereka. Dalam artian, jika bupati tidak bertindak dan Polres pun tidak bertindak , maka MASYARAKAT melapor akan diteruskan ke tingkat yg lebih tinggi.

Dari sini saja seharusnya aparat dan pemerintah sudah bertindak karena Masyarakat telah dibuat resah dan tidak menyetujui adanya tempat-tempat maksyiat / aliran sesat di lingkungan sekitar mereka. Lalu mengapa mereka tidak bertindak juga?

Besar kemungkinan ialah karena tempat-tempat maksyiat ini memberikan upeti-upeti kepada oknum aparat dan oknum pemerintah, sudah menjadi rahasia umum.

PROSEDUR MASYARAKAT DAN FPI INI SAMA SEKALI TIDAK PERNAH MASUK TV !!!

Bukankah tugas seperti ini ialah tugas aparat dan pemerintah? Lalu jika mereka tidak bertindak, apa yang harus dilakukan oleh Masyarakat?

Jika ke semuanya tidak juga ada tindak lanjut, maka MASYARAKAT dan FPI akan berdemo secara baik-baik di DPRD, kantor BUPATI dsb, dan ini pun masyarakat masih melapor pada polisi dan pihak berwenang bahwa demo damai akan diadakan oleh MASYARAKAT dan FPI.

DAN TV PUN MASIH ENGGAN MELIPUT BERITA INI

Jika demo baik-baik tidak diindahkan, maka MASYARAKAT dan FPI berdemo dengan tegas ke DPRD, kantor bupati dsb, ini juga masyarakat masih melapor pada polisi dan pihak berwenang bahwa demo TEGAS akan diadakan oleh MASYARAKAT dan FPI.

SAMPAI DISINI PUN MASIH BELUM DISIARKAN TELEVISI & MEDIA MASSA KUFAR

Jika tetap tidak ada tindak lanjut, maka MASYARAKAT , sekali lagi, MASYARAKAT dibantu FPI menutup paksa dan membubarkan tempat-tempat maksiat yang tidak diingini masyarakat sekitarnya… Ingat, tempat maksiat yang tidak disukai oleh masyarakat sekitarnya !!! Dan status FPI adalah sebagai YANG DIMINTAI TOLONG OLEH MASYARAKAT SEKITAR . DAN… MASYARAKAT TETAP MEMBERITAHU SEBELUMNYA MELALUI SURAT RESMI KEPADA POLISI DAN PIHAK YANG BERWENANG BAHWA TANGGAL SEKIAN, MASYARAKAT DIBANTU FPI AKAN MENUTUP PAKSA TEMPAT MAKSIAT, DISKOTIK, DST, DSB

DISINILAH BARU MEDIA MASSA LIBERAL/PRO MAKSIAT BERLOMBA – LOMBA MENJADIKAN BREAKING NEWS, HEADLINE REPORT, LIVE, ON AIR, BAHKAN DIBAHAS SECARA KHUSUS DAN DISKUSI SERTA MENAYANGKAN PENDAPAT-PENDAPAT BERNADA MIRING SECARA SEPIHAK DARI KAUM KUFAR DAN TOKOH-TOKOH MUNAFIK !!! TIDAK CUKUP 1KALI, NAMUN BERKALI-KALI, DIULANG-ULANG DAN BERHARI-HARI DITAYANGKAN !!!

Dan jelas prosedur lengkap seperti ini pernah 1 kali ditayangkan di sebuah stasiun Televisi swasta saat mereka mengundang langsung Ketua FPI Pusat, Ustadz Habib Rizieq. Namun tetap saja semua informasi tidak diulang-ulang , tidak disebarluaskan secara gegap gempita diulang berhari-hari seperti saat MASYARAKAT dan FPI menutup paksa tempat-tempat maksyiat dan aliran-aliran sesat.
BANYAK ORANG BERKATA: URUS SAJA DIRI SENDIRI, GA USAH URUSIN ORANG LAIN.

Jika Rasulullah Muhammad ﷺ hanya mengurus akhlak diri sendiri saja, ga usah ngurusin orang lain, maka mungkin saat ini islam tidak akan sampai kepada kita, dan mungkin kita sudah kafir oleh portugis / belanda yang membawa misi Gold, Gospel, Glory

Tahukah saudara jika dakwah menyampaikan kebenaran Islam PADA SEMUA ORANG bukan cuma tugas ustadz tapi KEWAJIBAN SETIAP MUSLIM?

Qs.3:20 Kewajiban kamu hanyalah menyampaikan ❤♡❥ ♥
Qs.42:48 Kewajibanmu tidak lain hanyalah menyampaikan ❤♡
Qs.16:82 Kewajiban yang dibebankan atasmu hanyalah menyampaikan

Sampaikanlah dariku meski cuma 1 ayat. HR.Muslim – Bukhari

Tidak sempurna iman seorang muslim sampai dia menyayangi muslim lain seperti dirinya sendiri. Dan salah satu wujud sayang itu ialah amar ma’ruf nahi munkar.

BANYAK ORANG AMAR MA’RUF, NAMUN JARANG YANG BERANI NAHI MUNKAR

Dan lagi, bisa-bisanya yang mulia tuanku presiden berkata agar FPI Introspeksi setelah ditolak di KALTENG. Apakah yang mulia bapak presiden mengetahui urutan-urutan prosedur yang dilakukan oleh rakyat setempat dibantu FPI diatas?

Apakah yang mulia tuan bapak presiden mengetahui kelakuan anak buahnya yang dilapori berkali-kali dan dalam kurun waktu yang lama namun tetap saja tidak ada tidak lanjut sama sekali??? Dan apakah yang mulia bapak presiden tahu jika justru kepala suku Dayak lah yang menginginkan FPI hadir di Kalteng dalam sengketa tanah adatnya melawan gubernur KALTENG?

Habib Rizieq menjelaskan bahwa anggota DPRD Seruyan Kalimantan Tengah , Budiandri, sedang melakukan pembelaan terhadap masyarakat Dayak Seruyan yang tanahnya dirampas pengusaha di Kalimantan.

“Setelah beliau berjuang selama bertahun-tahun, justru beliau yang dikejar-kejar, mau dikerjai gubernur Kalteng dan Kapolda Kalteng. Maka dari itu mereka meminta perlindungan pada FPI dan FPI sekarang sedang melakukan advokasi dan litigasi,” ungkap Habib Rizieq di Mabes Polri.

Dikatakan Habib Rizieq, Gubernur Kalteng Teras Narang lah yang membuat gerakan untuk menolak kedatangan FPI. Menurutnya gubernur takut bila FPI membongkar kebobrokan kepemimpinannya.

“Jadi sekali lagi, ini kasusnya bukan sentimentil agama. Ini bukan persoalan SARA. Ini permasalahan pejabat korup, penjahat besar sengketa agraria yang ingin mengadu domba anak bangsa untuk melindungi kepentingan politiknya,” ungkapnya.

Sementara Budiandri, anggota DPRD Seruyan Kalimantan Tengah yang ikut dengan FPI ke Mabes Polri membenarkan apa yang diungkapkan Habib Rizieq. Menurutnya tidak benar masyarakat Dayak menolak kedatangan FPI di Kalteng.

“Kami tetap akan membuat FPI di Kalteng terutama di Seruyan. Masyarakat di sana mendukung keberadaan FPI. Kami meminta kepada Habieb Rizieq untuk membentuk FPI di sana,” ungkapnya.

Yang lebih parah lagi, yang mulia tuanku bapak Menteri Agama pun ikut-ikutan mengomentari agar FPI merubah metode dakwah agar tidak menggunakan kekerasan, begitu katanya yang mulia tuanku bapak menteri agama pemerintah Thogut.

Apakah yang mulia bapak Menteri Agama tidak tahu urutan prosedur yang telah dilakukan diatas? Bagaimana mungkin seorang menteri hanya mengekor opini rakyat umum yang sengaja dibentuk oleh media massa kufar dan munafik serta tidak adil dalam pemberitaan?

Lalu duhai yang mulia bapak menteri agama, metode apa lagi jika secara baik-baik saja tidak bisa? Melalui jalur hukum yang benar pun tetap saja tidak membuahkan hasil sama sekali?

Apakah umat harus diam saja melihat kemunkaran meraja lela disekitar tempat tinggalnya? SEKALI LAGI HARAP DIINGAT YANG MULIA BAPAK PRESIDEN DAN MENTERI THOGUT, BAHWA YANG TIDAK MENYETUJUI IALAH MASYARAKAT SETEMPAT !!! TIDAK HANYA FPI SAJA, FPI HANYA MEMBANTU DAN MEMBERITAHU.

Tidak seperti halnya Gubernur DKI Jakarta, Bp. Fauzi Bowo , yang menolak jika FPI dibubarkan , karena ormas Islam manapun tidak pernah mengajarkan anarkis. Jika ada maka itu hanyalah beberapa oknum kecil saja. Maka Gubernur DKI Jakarta memerintahkan menindak secara hukum siapapun oknum dari ormas manapun yang bertindak berlebihan. Termasuk premanisme dan geng motor yang banyak sering memalak dan meresahkan masyarakat. Inilah pemimpin yang masih mempunyai akal dan hati nurani, tidak mencerna mentah-mentah berita yang dipelintir oleh media massa yang selalu memojokkan Islam pada umumnya.

MASIHKAH ANDA BERFIKIR FPI ITU BRUTAL / DSB ???

Agar saudara tahu, dalam banyak hadits:
Seorang sahabat bertanya pada Rasulullah Muhammad ﷺ:
Apakah kita akan diazab sedang diantara kita masih banyak orang saleh?

Rasulullah Muhammad ﷺ menjawab: Ya! Jika banyak kefasikan dan kemunkaran serta TIDAK ADA SATU ORANG PUN YANG MELARANGNYA. HR. Muslim

BUKANKAH HAL-HAL SEPERTI DIATAS IALAH TUGAS DAN TANGGUNG JAWAB APARAT SAAT SUDAH MENERIMA LAPORAN DARI MASYARAKAT SETEMPAT???? MENGAPA PARA POLISI DAN PARA APARAT TIDAK BERTINDAK SAMA SEKALI???? APAKAH MEREKA SETUJU???? ATAU MENERIMA UPETI????

LALU BAGAIMANA JIKA MEREKA TIDAK BERTINDAK???? APAKAH KITA HARUS DIAM SAJA????
(Sumber: www.islamterbuktibenar.net )

==================

FPI BERANI MENENTANG KEZHALIMAN MENTERI
(Jika bukan FPI, Siapa lagi? Apakah anda berani menentang menteri saat berlaku zhalim? )

FPI dengan tegas mengatakan bahwa Menteri Dalam Negeri PENDUSTA !!! Tentu saja semua ini didasarkan pada bukti-bukti kebohongan Menteri Zhalim itu.

Saat ribuan umat Islam mendatangi Kantor Kemendagri sambil meneriakkan : TURUNKAN MENTERI MIRAS ! TUMBANGKAN REZIM MA’SIAT ! Sesaat kemudian ribuan telor busuk menghujani Kantor Kemendagri.
Klarifikasi Mendagri yang menyatakan bahwa dia tidak pernah mencabut Perda Anti Miras serta statemen yang menyatakan bahwa ada pihak-pihak yang memfitnahnya mengadu domba antara Kemendagri dengan pihak-pihak tertentu, DIBANTAH KERAS oleh Ketua Umum FPI.
Ketum FPI, Habib Muhammad Rizieq Syihab, dengan tegas mengatakan : “Mendagri PENDUSTA ! Sudah salah, bukan taubat, malah ngaku difitnah ! Lalu buat berbagai alasan seolah diri bersih. Dasar Menteri Miras ! Jangan kau bodohi rakyat ! Para Ninik Mamak Sumatera Barat sudah murka kepada anda sebagai putra daerah yang Adat bersandi Syara’ dan Syara’ bersandi Kitabullah, kok malah ingin mengguyur Indonesia dengan Miras !” , tegas Habib, Kamis, (12/01/2012).
Berikut penjelasan Ketum FPI berkaitan dengan KEBOHONGAN Mendagri :
Dalam Surat Resmi Kemendagri No.188.34 / 4561 / SJ untuk Bupati Indramayu – Jawa Barat, tertanggal 16 November 2011 dengan perihal “Klarifikasi Peraturan Daerah” dan bersifat “Segera” yang ditanda tangani langsung oleh Mendagri Gamawan Fauzi yang berisikan antara lain :
1. Bahwa Perda Kabupaten Indramayu No.7 Th.2005 tentang Pelarangan Minuman Beralkohol BERTENTANGAN dengan peraturan yang lebih tinggi dan kepentingan umum.
2. Bahwa Pengawasan dan Pengendalian Peredaran Minuman Beralkohol merupakan KEWENANGAN PUSAT.
3. Bahwa Minuman Beralkohol golongan A (kadar alkoholnya 1-5 %) merupakan barang yang BEBAS dalam produksi, pengedaran dan penjualan, sehingga tidak boleh diawasi apalagi dilarang.
4. Bahwa Bupati Indramayu diminta agar MENGHENTIKAN pelaksanaan Perda Larangan Miras.
5. Bahwa Bupati Indramayu diminta segera mengusulkan PENCABUTAN Perda Larangan Miras kepada DPRD.
6. Bahwa Pelaksanaan PENGHENTIAN dan PROSES PENCABUTAN agar dilaporkan kepada Mendagri selambat-lambatnya 15 (lima belas) hari sejak diterimanya surat Mendagri.
Dengan memperhatikan isi surat Mendagri tersebut tampak jelas bahwa INTI surat tersebut adalah PENCABUTAN, hanya saja dibuat redaksinya dengan cara LICIK agar terhindar dari tuntutan hukum.
Jadi, surat tersebut bukan evaluasi, saran atau usulan, sebagaimana dikatakan Mendagri, tapi merupakan INSTRUKSI dari MENDAGRI kepada BUPATI untuk PENCABUTAN PERDA ANTI MIRAS.
Surat Resmi Kemendagri serupa dengan isi yang sama juga dibuat dan ditanda-tangani Mendagri yang ditujukan kepada Walikota Bandung – Jawa Barat, yaitu surat bernomor 188.34 / 1128 / SJ tertanggal 31 Maret 2011.
Kesimpulannya, Mendagri mencabut Perda Anti Miras di berbagai daerah bukan FITNAH, melainkan FAKTA.
(Sumber: www.fpi.or.id )
DAN PARA PEJABAT BUPATI DAN PEJABAT LAIN INI MEMINTA TOLONG PADA FPI
Sekali lagi, Pemimpin Daerah dan Rakyat yang meminta tolong pada FPI. Selama ini siapa yang terang dan tegas berani melawan kezhaliman Presiden, kezhaliman menteri, dan bentuk-bentuk kezhaliman lainnya jika bukan FPI dan Ormas Islam lainnya???
Lalu, tahukah anda apa jadinya jika minuman keras diperjualbelikan secara bebas? Bahkan di swalayan IndoMaret, Alfa Mart dan lainnya SAAT INI terang-terangan menjual minuman keras!!!

Kita tentu ingat sebuah kisah ahli ibadah yang ternyata membunuh anak bayi, berzina dengan wanita HANYA KARENA MENENGGAK KHAMR, MINUMAN KERAS. Minuman keras ialah pintu segala maksiat, apapun bisa terjadi. Lalu mau jadi apa putra putri anda nantinya? Pecandu Alkohol? Seks bebas? Hamil diluar nikah? Putus sekolah? Tidak berprestasi? Terjerumus narkoba? Bahkan jika minuman keras dijual bebas, maka bisa jadi masyarakat sekitar anda pun pencandu alkohol yang siap membuat masalah dengan anda. Jelas negara akan bobrok, Umat akan mundur, bisa jadi ALLAH menerunkan adzab tak henti-henti. Seperti inikah generasi yang anda inginkan?
Yang lebih parah, Mendagri Minuman keras ini memprotes dan memberikan surat peringatan pada FPI tentang aksinya menentang pencabutan PERDA Miras. Padahal sekali lagi, tidak hanya FPI yang menentang kezhaliman Menteri Miras tersebut. Ada banyak Ormas Islam dan Umat Islam yang mendemo Depdagri. Mengapa hanya FPI yang diberi surat peringatan? Mengancam akan membekukan FPI? Dan bahkan lebih jauh, akan membubarkan FPI.

Saat FPI & rakyat setempat mengobrak-abrik tempat xXx,,,
Saat FPI & rakyat setempat acak-acak penjaja alkohol…
Saat FPI & rakyat menutup kios makan dibulan Suci…
Saat FPI & umat demo Kantor Menteri pencabut larangan Minuman Keras..
Saat FPI & rakyat setempat bertindak setelah aparat dilapori tapi diam saja…

Lalu banyak orang kristiani memprotes itu brutal…
Lalu banyak orang nashoro berkomen itu anarkis…
Lalu banyak komen ini dan itu,,, begini dan begitu…

Padahal di alkitab nya sendiri pun,jelas T E R B U K T I jika:
Nabi Isa mengobrak-abrik dagangan orang banyak
Nabi Isa mengancam menggunakan CAMBUK
Nabi Isa membalikkan meja-meja pedagang
Nabi Isa mengusir orang yang sedang “mencari nafkah”

Matius 21:12. Lalu Yesus masuk ke Bait Allah dan MENGUSIR semua orang yang berjual beli di halaman Bait Allah. Ia MEMBALIKKAN MEJA-MEJA PENUKAR UANG DAN BANGKU-BANGKU PEDAGANG MERPATI

Markus 11:15 Lalu tibalah Yesus dan murid-murid-Nya di Yerusalem. Sesudah Yesus masuk ke Bait Allah, mulailah Ia MENGUSIR orang-orang yang berjual beli di halaman Bait Allah. MEJA-MEJA PENUKAR UANG DAN BANGKU-BANGKU PEDAGANG MERPATI DIBALIKKANNYA ,

Lukas 19:45 Lalu Yesus masuk ke Bait Allah dan mulailah Ia MENGUSIR SEMUA PEDAGANG DI SITU ,

Yohanes 2:15 Ia MEMBUAT CAMBUK DARI TALI LALU MENGUSIR MEREKA SEMUA dari Bait Suci dengan semua kambing domba dan lembu mereka; UANG PENUKAR-PENUKAR DIHAMBURKANNYA KE TANAH DAN MEJA-MEJA MEREKA DIBALIKNYA.

Lukas 19:27 Akan tetapi semua seteruku ini, yang tidak suka aku menjadi rajanya, bawalah mereka ke mari DAN BUNUHLAH MEREKA DI DEPAN MATAKU.

Lukas 12:51 Kamu menyangka, bahwa Aku datang untuk membawa damai di atas bumi? Bukan, kata-Ku kepadamu, bukan damai, melainkan pertentangan.

Gambar mengungkapkan berjuta makna, Silahkan TAG & SHARE / BAGIKAN. Klik di gambar untuk ukuran lebih besar

Jika diperhatikan, penolakan pencabutan PERDA MIRAS yang jelas ditandatangani yang mulia menteri miras ini tidak hanya di Depdagri, banyak kota-kota lain pun mengutuk tindakan tanpa akal ini. Bahkan banyak orang non muslim yang waras jalan pikirannya pun mendukung tindakan FPI. Ini salah satu contohnya:
SAYA, SEORANG KRISTIANI YANG MENDUKUNG FPI
Senin, 20 Februari 2012 | 04:11 WIB

Siapa yang tak mengenal FPI? Tiga huruf itu adalah singkatan dari Front Pembela Islam. Ormas Islam yang sering dikait-kaitkan dengan ‘tradisi’ kekerasan. Pada dasarnya prinsip utama FPI adalah menegakkan Amar Maruf Nahi Mungkar [mengajak kebaikan dan memerangi kejahatan] tapi apa boleh buat, media sudah ‘berhasil’ mengekspos FPi dengan ‘budaya’ kekerasannya dan (kebanyakan) orang Indonesia sudah memberi nilai buruk terhadap FPI.
Saya sebagai seorang Kristiani (penganut Katholik) sedikit miris ketika media memberitakan kekerasan-kekerasan yang dilakukan FPI. Dan saya pun sempat merasa tidak suka dengan keberadaan FPI di Indonesia. Mulai dari tragedi Monas, penutupan bar, demo anti miras, dll. Saya merasa bosan dengan kekerasan-kekerasan yang dilakukan FPI. Dan masyarakat pun seakan juga tak setuju jika FPI memakai ‘embel-embel’ Islam. Karena menurut mereka, Islam itu damai, mencintai perbedaan dan bukan kekerasan.
Seiring berjalannya waktu, tak terdengar berita tentang FPI. Tiba-tiba Indonesia dikejutkan dengan berita ‘Penolakan FPI di Palangkaraya’. Sejenak saya tercengang. Seketika itu pula saya mulai penasaran dengan FPI. Mengapa FPI sampai ditolak di Palangkaraya?. Saya mencari info-info.
Hingga saya mulai merenung, mengapa masyarakat tidak berpikir ‘apa yang melatarbelakangi FPI untuk melakukan kekerasan’. Sejak itu saya menyimpulkan, bahwa pasti ada sebab yang membuat FPI beraksi. Contohnya, saat FPI melabrak belasan anggota PDIP bertemu dengan mantan anggota PKI di Blitar. Menurut saya, FPI telah berusaha menghilangkan keberadaan PKI sampai pada akar-akarnya. Dan itu saya setuju. Walaupun hanya bertemu ‘mantan’ anggota PKI, jika pertemuan itu terjadi berkala bisa memungkinkan PKI tumbuh kembali di Indonesia.
Kemudian soal Demo Miras, itupun saya juga setuju. Pemerintah macam apa yang berani mencabut UU larangan Miras? itupun FPI masih disalahkan. Padahal jika langkah yang digagas pemerintah untuk mencabut UU larangan miras, mau jadi apa negeri ini? jadi negeri yang menghalalkan miras?. Itu saja dua contoh yang ‘me-miris-kan’. Tidakkah media memberitakan ketika anggota FPI membantu mengevakuasi 70.000 korban tsunami Aceh? Tidakkah media memberitakan ketika FPI mendirikan posko bencana gunung Merapi?, sungguh aneh.
Dan pencarian info tentang FPI terus saya lanjutkan. Saya singgah di sebuah forum di internet yang notabene menghujat dan menolak FPI. Tapi ada satu komentar yang menarik menurut saya untuk dibagikan kepada member Kompasiana. User itu bernama adiet87smg, dia menulis:
“hidup d jman skrg emang aneh. kbodohan udh ada dmana2, orang mau berbuat baek aja susah. jadi inget tuh pas jamanx nabi. nabi aja pas dakwah n ngajak manusia kpd kebaikan, mlh beliau dilempar pke kotoran. gile bgt kand? sama kyak skrg, ngajak orng brbuat baik eh malah dimusuhin, dikutuk, n disuruh bubar. bner2 jman edan kali yak!”
Saya jadi teringat ketika ada demo penolakan FPI di bundaran HI. Kebanyakan dari peserta demo adalah kaum gay, lesbian, tuna susila, dan semacamnya. Wajar jika mereka menolak FPI, karena memang status mereka bertentangan dengan agama. Dan kagetnya lagi, saya mendapat info bahwa penggerak demo Penolakan FPI adalah Ulil Abshar Abdalla, fungsionaris partai Demokrat yang sedang terjerat kasus korupsi dan disebut-sebut juga sebagai anggota JIL [Jaringan Islam liberal].
Wow. Pantas saja Ulil Abshar Abdalla menggerakkan massa untuk menolak keberadaan FPI, karena FPI telah mencatut namanya sebagai salah satu oknum yang bersembunyi di Partai yang kebanyakan anggotanya sedang terjerat kasus korupsi. Tentang berita penolakan FPI di Palangkaraya, itu juga disebut-sebut sebagai upaya Ulil Abshar Abdalla untuk ‘memusnahkan’ FPI dari dunia ini. Padahal warga Dayak sendiri yang meminta FPI berdiri di Kalteng
Saya sebagai penganut Katholik, mendukung upaya FPI untuk memerangi kejahatan. Tetapi mungkin lebih indah jika diiringi dengan tindakan yang damai, tidak mudah tersulut emosinya dan kemudian mengadakan aksi-aksi yang dianggap meresahkan.
Lia Christine (Sumber: www.fpi.or.id)